RESEP KUE NASTAR

Posted: December 26, 2013 in 2EA15, tulisan

Untuk 2  stoples nastar diameter 14 cm, tinggi sekitar 8 cm

Bahan A:

– 150 gram mentega (saya pakai Wijsman)
– 150 gram margarine (saya pakai Blue Band)
– 1 sendok teh vanila ekstrak
– 1 butir telur (putih + kuning)
– 1 kuning telur
– 100 gram gula bubuk (saya haluskan gula pasir dengan blender)
– 1/2 sendok teh esens susu (saya tidak pakai)

Bahan B, ayak menjadi satu:
– 40 gram susu bubuk
– 500 gram tepung terigu protein sedang (serba guna), resep asli 475 gram

Bahan C untuk olesan:
– 3 butir kuning telur
– 1 sendok makan air
– 1 sendok teh minyak goreng
– 2 – 3 tetes pewarna makanan kuning telur

Bahan D:
– selai nanas untuk isi nastar,

Cara membuat:
Siapkan loyang datar untuk memanggang kue kering. Alasi permukaannya dengan kertas baking. Sisihkan. Bulatkan masing-masing selai nanas menjadi bulatan kecil sebesar kacang merah. Letakkan di piring lebar. Sisihkan.

Siapkan mangkuk mikser, masukkan bahan A. Kocok dengan speed sedang hingga tercampur dengan mengembang dan lembut. Matikan mikser. Masukkan bahan B, sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan menggunakan spatula hingga menjadi adonan yang tercampur dengan baik.

Timbang adonan masing-masing seberat 10 gram. Letakkan satu buah adonan di telapak tangan, pipihkan. Beri satu buah bulatan selai di tengah-tengah adonan, tutup adonan sehingga selai tertutup dengan baik. Bulatkan adonan dan gelindingkan di telapak tangan hingga permukaanya halus. Anda juga bisa membentuknya menjadi lonjong.

Note: jangan terlalu lama memegang dan mempermak adonan karena akan membuat nastar menjadi keras.

Tata nastar di loyang yang telah disiapkan. Panggang di oven suhu 150’C selama 15 menit, keluarkan nastar dan oleskan permukaanya dengan olesan telur. Kecilkan suhu oven menjadi 100’C dan panggang kembali selama 15 menit hingga matang.

Note: nastar bukan jenis kue yang memerlukan suhu tinggi, jadi jangan terlalu lama memanaskan oven anda sebelum kue dimasukkan. Lebih baik menggunakan suhu rendah dengan risiko waktu memanggang yang lebih lama, dibandingkan suhu yang terlalu tinggi dan akan membuat nastar menjadi retak-retak.

Keluarkan dari oven, biarkan mengeras di loyang, pindahkan ke rak kawat hingga benar-benar dingin. Masukkan nastar ke dalam stoples, tutup dan isolasi dengan rapat agar nastar awet lebih lama dan tidak melempem.

Note: beberapa pembaca menyarankan untuk menyangrai tepung sebentar agar nastar tidak mudah berjamur.

Nastar siap disantap. Yummy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s