Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Posted: October 21, 2013 in tulisan

Kecelakaan lalu lintas menjadi sesuatu yang paling menakutkan ketika kita sedang berada dalam perjalanan. Karena kecelakaan tidak hanya menimbulkan kerugian secara material, tetapi juga mengakibatkan korban berjatuhan baik luka-luka maupun meninggal dunia. Seperti yang baru-baru ini terjadi, kecelakaan melibatkan Abdul Qodir Jaelani atau akrab disapa AL yang mengendarai mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B 80 SAL di Km 8.200, Tol Jagorawi, anak dari musisi papan atas Indonesia Ahmad Dani. Terlepas dari usia AL yang masih dibawah umur untuk mengendarai mobil, namun jika dicermati sebenarnya ada beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yaitu:

Faktor Manusia
Faktor manusia adalah faktor yang paling dominan jika terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas. Banyak kondisi dimana pengemudi menjadi penyebab kecelakaan seperti melanggar rambu lalu lintas baik disengaja maupun tidak, memaksakan diri berkendara padahal kondisi tubuh tidak memungkinkan misalnya mengantuk dan sakit. Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat faktor manusia, sebaiknya Anda meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas dan tidak memaksakan diri bila kondisi tidak memungkinkan. Jika Anda mengantuk ketika diperjalanan sebaiknya menepilah di tempat yang aman dan beristirahat (tidur) untuk mengembalikan kondisi tubuh.

Faktor Kendaraan
Faktor kendaraan juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Misalnya adalah pecah ban, rem blong, dan komponen mobil yang seharusnya diganti tetapi tidak diganti sehingga komponen tersebut tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Untuk meminimalisir kecelakaan yang disebabkan karena faktor kendaraan, sudah sepatutnya Anda melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan secara berkala. Dan jangan lupa selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berpergian.

Faktor Jalan
Kecelakaan lalu lintas pun bisa dipengaruhi oleh faktor jalan. Seperti permukaan jalan yang tidak rata, lampu jalanan yang kurang memadai, pagar pengaman jalan, dan jalan yang berlubang. Memang ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelesaikannya. Namun kita sebagai pengguna jalan lebih baik mengantisipasinya dengan lebih waspada agar tidak terjadi kecelakaan di jalan.

Faktor Cuaca
Kondisi cuaca juga dapat menjadi biang keladi kecelakaan, misalnya ketika hujan maka jarak pengereman akan lebih jauh karena jalan licin terkena guyuran hujan. Kabut juga dapat menggangu kita dalam berkendara karena jarak pandang menjadi terbatas. Untuk itu jika dihadang cuaca buruk sudah sepatutnya Anda meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Contoh kasus kecelakaan lalu lintas :

Kecelakaan maut yang menimpa Abdul Qodir Jaelani, putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, mengingatkan kita akan kejadian yang terjadi di Tol Kopo, Bandung, yang terjadi beberapa bulan lalu. Tipikalnya hampir sama, mobil melaju kencang, menabrak besi pembatas, lantas masuk jalur berbeda dan menabrak mobil lain. Kali ini kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi km 8, akhir pekan lalu itu menewaskan 6 orang.

Menaggapi hal ini, Bintarto dari Indonesia Defensive Driving Center mengatakan, akar permasalahan terjadinya kecelakan didasari beberapa hal, dan hal tersebut kurang dipahami oleh para pengguna jalan.
Berikut hal-hal yang patut diwaspadai dan dihindari saat berkendara.
1. Perilaku. Tidak semua pengemudi mengerti perilaku yang baik dan benar saat berkendara. “Minimnya pengetahuan mengemudi yang benar dan aman kerap memicu terjadinya kecelakaan. Rata-rata mereka hanya bermodalkan bisa nyetir saja, tanpa dibekali ilmu yang cukup tentang seluk beluk mengemudi dan cara mengantisipasi kondisi darurat,” tegas Bintarto.

Dengan begitu mereka tidak mengetahui batas aman sebuah kendaraan atau cara mengemudi serta gelagat pengguna jalan lain. Efeknya, langkah antisipasi tidak terlaksana dengan baik. Ditambah lagi minimnya pengetahuan tentang peraturan lalu lintas atau bahkan kerap melanggar.

2. Fatigue. Menurunnya kewaspadaan pengemudi merupakan penyebab terjadinya kecelakaan terbesar. Fatigue atau kelelahan bisa disebabkan oleh supir yang mengantuk. Biasanya terjadi di jam rawan nagntuk, 14.00 – 15.00 dan 02.00 – 04.00 atau di luar jam biologis. Mabuk akibat mengonsumsi minuman beralkohol dan narkoba, juga menyebabkan menurunnya kewaspadaan dan konsentrasi saat menyetir.

3. Pemecah Konsentrasi. Biasanya disebabkan karena menelpon, mengirim pesan (sms), atau bercanda dengan penumpang. Sedetik saja konsentrasi hilang, ditambah laju kendaraan yang cepat, bisa berakibat fatal. Karena dalam kondisi biasa saja semakin cepat laju mobil semakin sedikit waktu untuk melakukan antisipasi yang tepat.

kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s